KITAB ARBAIN NAWAWI: Hadits ke-15 MEMULIAKAN TAMU. BERKATA BAIK. DAN BAIK DENGAN TETANGGA

الحَدِيْثُ الخَامِسُ عَشَرَ


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.


رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.


Hadits Ke-15

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”

(HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 6018, 6019, 6136, 6475 dan Muslim, no. 47]


Isi hadits ini. 3 hal tersebut sangat berkaitan dan luar biasa. Sudah cukup menjadi pribadi yg di kagumi. Menjadi bunga yg harum.

pertama , Memuliakan tamu yakni memperlakukan dg baik orang yg datang kerumahnya. Tentu juga harus berkata yg baik di depan tamu tsb. Apalagi jika tamu tsb adalah tetangga. Berkaitan kan ?

Maka jika saat menerima tamu kita menggunakan mulut dg baik. insyaAllah tidak ada gibah. tidak ada fitnah. tidak ada menebar aib. Rumah kita dan majlis pertamuan tsb tidak menjadi madhorot pada orang lain.

Jika anda menjaga mulut dg baik dan mmperlakukan tamu dg baik. Tentu ini akan membuat diri anda dikenal oleh tamu tsb dan dikenal orang sbg pribadi yg baik. Maka akhirnya anda akan mudah berbaikan dg tetangga.

Tapi jika menerima tidak baik. dan berkata tidak baik dg tamu. Maka akan dikenal orang yg tidak baik. Dan ini pasti tersebar.

Misal : A. ouh si anu itu kalau berbcara suka gibah. suka bohong juga.

B. oh ya. tau dari mana?
A. kmrin aku bertamu ksana. ngobrol sbentar.
Hati hati kalau kesana?

nular dan tersebar bukan.

KARENA KEBIASAAN MANUSIA itu  MENCERITAKAN HAL YG DI LIHAT ATAU DIALAMINYA.

begitu juga dg menjaga mulut. kita akan mudah baik dg tetangga. Jika baik dg tetangga maka mudah mensyiarkan kebaikan. menjadi contoh yg baik.

Maka penting mmiliki akhlak tingkah laku dan akhlak dlm bicara.

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يَضْمَنْ لِى مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ


“Siapa yang menjamin (menjaga) di antara dua janggutnya (lisannya) dan di antara dua kakinya (kemaluannya), maka aku akan jaminkan baginya surga.” (HR. Bukhari, no. 6474).

والله اعلم بالصواب


0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post