Ngaji Kitab Aqidatul Awam (10-3)

قال المؤلف رحمه الله تعالى :

ارسل انبيا ذوي فطانة # بالصدق والتبليغ والامانة

"Allah mengutus para Nabi yang memiliki sifat fathonah, begitu juga sifat Shidq, tabligh dan amanah".


Penjelasan

As Syaikh Ahmad al Marzuki menjelaskan tentang sifat wajib bagi para Nabi yang ketiga, yaitu:

2. At Tabligh, artinya menyampaikan risalah Allah kepada umat manusia.

At Tabligh sebagaimana disebutkan oleh as Syaikh Ahmad al Marzuki adalah sifat para Nabi secara umum, baik nabi yang sekaligus menjadi Rasul (النبي الرسول) atau Nabi yang bukan Rasul (النبي غير الرسول) 


Pendapat as Syaikh Ahmad al Marzuki dalam Aqidatul Awam ini sesuai dengan firman Allah ta'ala:

كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةࣰ وَ ٰ⁠حِدَةࣰ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِیِّـۧنَ مُبَشِّرِینَ وَمُنذِرِینَ 

[Surat Al-Baqarah 213]

"Dahulu (sebelum wafatnya nabi Idris) manusia itu umat yang satu (semua beragama Islam, kemudian setelah wafatnya nabi Idris terjadi kesyirikan) maka Allah mengutus *para Nabi* untuk tabsyir (memberi kabar gembira pada orang-orang mukmin dengan surga) dan indzar (memberi peringatan pada orang-orang kafir dengan adzab neraka)" 


Juga selaras dengan firman Allah ta'ala:

وَمَاۤ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولࣲ وَلَا نَبِیٍّ إِلَّاۤ إِذَا تَمَنَّىٰۤ أَلۡقَى ٱلشَّیۡطَـٰنُ فِیۤ أُمۡنِیَّتِهِ

[Surat Al-Hajj 52]

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia mengutus seorang Rasul dan juga seorang nabi. Allah tidak hanya menyebut nabi saja atau Rasul saja, tetapi menyebut keduanya secara terpisah untuk menunjukkan bahwa yang dimaksud nabi adalah nabi yang bukan Rasul dan yang dimaksud Rasul adalah nabi yang Rasul. 


Pendapat ini juga sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

كان النبي يبعث إلى قومه خاصة وبعثت إلى الناس كافة

"Dahulu seorang Nabi itu diutus (bertabligh) pada kaumnya dan aku diutus untuk (bertabligh) pada manusia seluruhnya" HR al Bukhori. 


Secara bahasa kata نبي itu berasal dari kata نبأ yang berarti berita. Sedangkan نبي itu mengikuti wazan فعيل, jika bermakna فاعل maka artinya orang yang menyampaikan berita berupa risalah melalui malaikat Jibril kepada manusia, dan jika bermakna مفعول artinya orang yang mendapatkan berita berupa risalah untuk disampaikan kepada manusia. 


Risalah yang disampaikan oleh para Nabi adalah agama Islam, baik Aqidah, ahkam/syariah (ibadah, mu'amalah) maupun akhlak.


- Para Nabi yang sekaligus Rasul, mereka mentablighkan syariat yang baru yang berbeda dengan syariat rasul sebelumnya.

- Para nabi yang bukan Rasul, mereka mentabligkan syariat Rasul sebelumnya.


Misalnya, para nabi yang datang setelah nabi Musa mentablighkan syariat nabi Musa, para Nabi yang datang setelah nabi Ibrahim mentablighkan syariat nabi Ibrahim. 


 Tugas para Nabi adalah at tabligh bukan menciptakan hidayah di hati manusia. Karena pencipta hidayah adalah Allah ta'ala.

Allah ta'ala berfirman:

 فَهَلۡ عَلَى ٱلرُّسُلِ إِلَّا ٱلۡبَلَـٰغُ ٱلۡمُبِینُ

[Surat An-Nahl 35]

"Maka tidaklah atas para Rasul kecuali menyampaikan yang jelas".

Sehingga dalam sejarah para Nabi terdapat orang-orang yang diinginkan untuk mendapatkan hidayah oleh para Nabi tetapi mereka tidak beriman seperti istri dan seorang putra nabi Nuh, istri nabi Luth, ayah nabi Ibrahim (Azar), paman nabi Muhammad (Abu Tholib).


Allah ta'ala berfirman:

إِنَّكَ لَا تَهۡدِی مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ یَهۡدِی مَن یَشَاۤءُۚ 

[Surat Al-Qashash 56]

"Sesungguhnya Engkau (Muhammad) tidak menciptakan hidayah orang yang kamu inginkan untuk mendapatkan hidayah, tetapi Allah menciptakan hidayah pada orang yang Allah kehendaki".


Perlu diperhatikan, bahwa firman Allah من أحببت Tidak berarti bahwa Nabi Muhammad mencintai orang kafir (Abu Thalib), tetapi maknanya adalah orang yang Rasulullah inginkan untuk mendapatkan hidayah. 


Catatan

Perbedaan antara nabi dan rasul adalah:

- Rasul datang dengan membawa syariat yang baru, sedangkan nabi datang tidak dengan syariat yang baru, tetapi mengikuti dan menyampaikan syariat Rasul sebelumnya.


والله أعلم بالصواب

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post