Terjemah Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani (Pembahasan ke-26)

Karya Syekh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi Al-Bantani Assyafii
Diterjemahkan oleh :
Zaenal Arifin Yahya
=============================
الى حضرة الشيخ محمد نووي بن عمر الجاوي البنتني التناري الشافعي ... {الفاتحة}
Aku berniat tholabul ilmi karena Alloh swt


﷽اللهم على سيدنا محمد ﷺ الحمد لله حمدا يوافي نعمه ويكافيء مزيده ....
___ Pembahasan : (ke-26) ___

يسد كل منهما أو مجموعهما من
جوعته مسدا من حيث يبلغ النصف فأكثر ولا يكفيه

كمن يحتاج إلى عشرة ولا يملك أولا يكتسب إلا خمسة أو تسعة ولا يكفيه الاعشرة

ويمنع فقر الشخص ومسكنته كفايته بنفقة الزوج أو القريب الذي يجب الإنفاق عليه كأب وجد لا نحو عم

وكذا إشتغاله بنوافل والكسب يمنعه منها فانه يكون غنيا

ولا يمنع ذلك إشتغاله بعلم شرعي أو علم آلآت والكسب يمعنه



لأنه فرض كفاية إذا كان زائدا عن علم الحالات وإلا فهو فرض عين كما بين ذلك شيخنا أحمد النحراوي

ولا يمنع ذلك أيضا مسكنه وخادمه وثياب وكتب له يحتاجها ومال له غائب بمرحلتين

yang dapat menutupi masing-masing dari dua hal itu [harta atau pekerjaan], atau gabungan dari dua hal itu, dari kelaparannya dengan penutupan [kebutuhan standar umum] dengan sekiranya [harta dan penghasilannya itu] mencapai setengah [kebutuhannya] atau lebih, namun tidak mencukupinya.

seperti seorang yang membutuhhan 10 dirham, namun ia tidak memiliki, atau ia tidak dapat memperoleh [dari hasil kerja], kecuali hanya 5 dirham atau 9 dirham, dan tidak mencukupinya, kecuali oleh 10 dirham.

Dan menghalangi terhadap kategori faqirnya seseorang atau miskinnya”, oleh tercukupi dirinya dengan sebab nafhah suami. atau kerabatnya yang wajib memberi nafkah kepadanya, seperti bapak dan kakeknya, bukan [nafkah dari] seumpama paman.

Dan begitu pula [mencegah kategori faqir dan miskin] kesibukan dirinya dengan ibadah-ibadah sunnah, sedangkan bekerja menghalangi dirinya dari melakukan ibadah-ibadah sunnah tersebut, maka sesungguhnya ia [di kategorikan] orang yang kaya.

Namun tidak menghalangi akan hal itu [tergolong faqir atau miskin] oleh kesibukan seseorang dengan ilmu syari'at atau ilmu alat, sedangkan bekerja menjadi penghalang baginya,

karena sesungguhnya hal itu [sibuk mempelajari ilmu syari’at] adalah fardhu kifayah, apabila keadaannya telah melebihi dari ilmu syari’at yang harus dikuasai segera, dan jika tidak [belum mencapai standari lmu syari'at yang dibutuhkannya segera], maka menuntut ilmu itu adalah fardhu 'ain, sebagaimana telah dijelaskan hal itu oleh guru kami, Syekh Ahmad An-Nahrowiy.

Dan tidak menghalangi akan hal itu juga [tergolong faqir atau miskin], oleh rumah yang dimilikinya, para pembantunya, pakaian dan hitab-hitab yang dimilikinya, yang ia membutuhkan semua itu, dan harta yang ghoib [tidak ada padanya yang berada] di jarak dua marhalah [+/- 88,7 km],


Wallohu a'lam bishshowaab...
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
۩ﷺ۩ اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْاَلُكَ الْبَرْكَۃَ وَالسَّلَامَۃَ لِبِلَادِ اِنْدُوْنِيْسِيَا ...۩ﷺ۩ {الفاتحة}
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
⏸ Bersambung besok 🔜

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post