Terjemah Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani (Pembahasan ke-22)

Karya Syekh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi Al-Bantani Assyafii
Diterjemahkan oleh :
Zaenal Arifin Yahya
=============================
الى حضرة الشيخ محمد نووي بن عمر الجاوي البنتني التناري الشافعي ... {الفاتحة}
Aku berniat tholabul ilmi karena Alloh swt


﷽اللهم على سيدنا محمد ﷺ الحمد لله حمدا يوافي نعمه ويكافيء مزيده ....
___ Pembahasan : (ke-22) ___

فهي أفضل من العبادات البدنية الظاهرة حتى من الصلاة

فقد ورد تفكر ساعة أفضل من عبادة ستين سنة
وأفضل الجميع الإيمان

(فائدة) ، قال جمهور العلماء أن التفكر على خمسة أوجه إما في آيات الله

ويلزمه التوجه إليه واليقين به

أو في نعمة الله ويتولد عنه المحبة
أو في وعد الله ويتولد عنه الرغبة
أو في وعيد الله ويتولد عنه الرهبة
أو في تقصير النفس عن الطاعة ويتولد
عنه الحياء بالفتح والمد وهو الإنقباض والانزواء


قال أحمد بن عطاء الله من علامات موت القلب عدم الحزن على ما فاتك من الطاعات وترك الندم على ما فعلته من وجود الزلات

وقال أيضا الحزن على فقدان الطاعات
في الحال مع عدم النهوض أي الإرتفاع
إليها في المستقبل من علامات الإغترار

maka semua hal itu merupakan ibadah paling utama dibandingkan berbagai ibadah fisik lahiriyah, sekalipun dibandingkan dengan sholat.

Karena sungguh telah datang [hadits]."Berfikir sesaat itu lebih utama dibandingkan ibadah selama 6O tahun",

Namun yang paling utama dari keseluruhan itu adalah berkeimanan.

(FAIDAH) Mayoritas ulama berkata: "Sesungguhnya berfikir terdiri atas 5 bentuk. Adakalanya [berfikir] mengenai tanda-tanda [keagungan] Alloh, dan hal itu meniscayakan terhadap memusatkan hati hanya kepada Alloh dan menyakini kepada kuasa-Nya, dan yakin dengan-Nya.

Atau [berfikir] mengenai nikmat Allah, dan akan lahir darinya, rasa cinta [kepada Allah].

Atau [befikir] mengenai janji Alloh, dan akan lahir darinya, rasa suka [beribadah kepadaNya].

Atau [berfikir] tentang  mengenai ancaman AIIoh, dan akan lahir darinya, rasa gentar [terhadap ancaman Alloh].

Atau [berfikir] tentang kecerobohan diri sendiri [jauh] dari ketaatan, dan akan lahir darinya, rasa malu. Kalimat alhayaa-u dengan dibaca fathah huruf ya-nya dan dibaca panjang, al-hayaa adalah rasa tertekan dan rasa terpojokkan".

Syekh Ahmad bin Athoillah berkata: “Diantara tanda-tanda matinya hati adalah tidak merasa sedih atas perkara yang terpaut darimu, yaitu berbagai ketaatan, dan meninggalkan penyesalan atas perkara yang telah engkau mengerjakannya, yaitu terwujudkan berbagai hesalahan”.

Dan beliau pun berkata: 'Bersedih atas ketiadaan berbagai ketaatan di saat itu juga, disertai dengan ketiadaan membangkitkan diri, yakni bersemangat tinggi, untuk [melakukan] berbagai ketaatan itu, di masa yang akan datang, adalah termasuk diantara tanda-tanda terperdaya [oleh syetan].


Wallohu a'lam bishshowaab...
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
۩ﷺ۩ اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْاَلُكَ الْبَرْكَۃَ وَالسَّلَامَۃَ لِبِلَادِ اِنْدُوْنِيْسِيَا ...۩ﷺ۩ {الفاتحة}
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
⏸ Bersambung besok 🔜

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post