Terjemah Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani (Pembahasan ke-10)

TERJEMAH KASYIFATUSSAJA

Pembahasan ke-10

وإذا رأى ما يكره قال الحمد لله على كل حال رب إني أعوذ بك من حال أهل النار
(وبه) لا بغيره (نستعين) أي نطلب المعونة
فتقديم الجار والمجرور لإفادة الإختصاص
(على أمور الدنيا والدين)
يطلق الدين لغة على معان كثيرة منها
الطاعة والعبادة والجزاء والحساب
وشرعا على مَا شَرَ عه الله على لسان نبيه من الأحكام
وسمى دينا لأننا ندين له أي نعتقد وننقاد
ويسمى أيضا ملة من حيث أن الملك
يمليه أي يلقيه عَلى الرسول وهو يمليه
ويسمى أيضًا شرعا وشريعة من حيث أن الله شرعه لَنا أى بينه لنا على لسان النبي ﷺ
(وصلى الله) أي زاده الله عطفا وتعظيما
(وسلم) أىی زَاده الله تحية عظمى بلغت الدرجة القصوی
Dan apabila beliau melihat perkara yang tidak disenangi, beliau bersabda: “Alhamdulillahi 'ala kulli haalin robbi innii a'uudzu bika min haali ahlinnaar" : Segala puji bagi Allbh atas segala keadaan, wahai Tuhanku sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari seliap keadaan penghuni neraka”.

(Dan hanya kepada-Nya), tidak kepada selainNya, (kami memohon pertolongan) yakni kami meminta pertolongan.

Ada pun didahulukan [susunan kalimat] Al-jar dan Al-majrur karena guna memberi pengertian pengkhususan.

(atas berbagai perkara dunia dan agama)

Diucapkan kata ad-Din secara bahasa untuk [menunjukkan] berbagai makna yang banyak, diantaranya [bermakna] ketaatan, ibadah, balasan, dan perhitungan.

Dan secara syariat [kata ad-Din bermakna] sesuatu yang Alloh telah men-syariatkannya melalui lidah Nabi-Nya, berupa berbagai hukum.

Dan dinamakan Din [tunduk] karena sesungguhnya kita tunduk kepadanya, yakni kita meyakini dan mengikutinya.

Dan [beragam ketentuan tersebut] dinamakan juga dengan Millah [dikte], dari sisi bahwa Zat Maha Raja [Alloh] mendiktekannya, yakni menyampaikannya kepada RosulNya, dan Rosul menyampaikannya kepada kita.

Dan [beragam ketentuan tersebut] dinamai juga dengan syara’ dan syariat, dari sisi bahwa Alloh sungguh telah mensyariatkannya kepada kita, yakni telah menjelaskannya kepada kita melalui lisan Nabi saw.

(dan semoga Alloh mencurahkan rahmat) yakni semoga Alloh menambahkan bagi beliau kasih sayang dan pengagungan,(dun memberi keselamatan) yakni semoga Alloh menambahkan bagi beliau akan penghormatan yang besar, yang mencapai tingkatan maksimal.

Sebelumnya Pembahasan Ke-9
Setelahnya   Pemhasan Ke-11

_______________________________________
Karya Syekh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi Al-Bantani Assyafii
Diterjemahkan oleh :Zaenal Arifin Yahya

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post