Terjemah Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani (Pembahasan ke-28)

Karya Syekh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi Al-Bantani Assyafii
Diterjemahkan oleh :
Zaenal Arifin Yahya
=============================
الى حضرة الشيخ محمد نووي بن عمر الجاوي البنتني التناري الشافعي ... {الفاتحة}
Aku berniat tholabul ilmi karena Alloh swt
🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳

﷽اللهم على سيدنا محمد ﷺ الحمد لله حمدا يوافي نعمه ويكافيء مزيده ....
___ Pembahasan : (ke-28) ___

أما القسمان الأولان فلا يشترط في إعطائهما ذلك

والخامس الرقاب وهم المكاتبون

لأن غيرهم من الأرقاء لا يملكون ذلك
إذا كانوا لغير المزكى ولو لنحو کافر وهاشمی ومطلي

فيعطون ما يعينهم على العتق إن لم يكن معهم ما يفي بنجومهم ولو بغير إذن سيدهم

ويشترط کون الكتابة صحيحة بأن تستوفى شروطها وأركانها

فأركانها أربعة
أحدها رقيق وشرط فيه اختيار وعدم صبا وجنون وأن لا يتعلق به حق لآزم كالمرهون

وثانيها صيغة وشرط فيها لفظ يشعر بالكتابة إيجابا ككاتبتك أو أنت مكاتب على دينارين تأتي بهما في شهرين فإن أديتهما إلي
فأنت حر

Adapun dua macam muallaf yang disebut di awal, maka tidak disyaratkan hal itu dalam pemberian zakat kepada keduanya.

Dan yang kelima adalah para budak, dan mereka adalah para budak mukatab [budak yang berada dalam proses pembebasan dari tuannya dengan penggantian yang harus dibayar oleh budak tersebut], karena sesungguhnya selain mereka diantara para budak lainnya tidak memiliki [hak] menerima zakat tersebut,

apabila keadaan para budak mukatab itu bukan milik penunai zakat, walaupun seumpama dimiliki orang kafir, dan orang [yang bernasab] Hasyimiy dan orang [yang bernasab] Muththolibiy.

Maka para budak mukatab itu diberikan bagian [zakat] yang dapat membantu mereka untuk memerdekakan diri, jika tidak terdapat bersama mereka sesuatu yang dapat melunasi cicilan mereka, walaupun tanpa seizin tuan mereka. Dan disyaratkan bahwa keadaan akad kitabah [perjanjian pembebasan budak mukatab] itu sah, dengan sekiranya terpenuhi syarat-syaratnya dan rukun-rukunnya.

Adapun rukun-rukun akad kitabah itu ada empat :

Rukun yang pertama adalah berstatus budak, dan disyaratkan pada status budak itu kesukarelaan [tidak dipaksa], dan tidak berusia kanak-kanak, dan tidak gila, dan tidak terkait dengan budak itu, suatu hak lain yang masih berketetapan, seperti digadaikan.

Dan rukun yang kedua adalah shighot, dan disyaratkan dalam shighot itu berupa ucapan yang memberitahukan akan akad kitabah, dengan kalimat penyerahan,

seperti [ucapan si tuan]: ‘Aku mengadakan akad kitabah denganmu', atau ‘engkau adalah seorang budak mukatab dengan dua dinar yang dapat engkau bayarkan 2 dinar itu dalam dua bulan, lalu jika engkau dapat menunaikannya kepadaku, maka engkau adalah orang yang merdeka'.

🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳🛳
Wallohu a'lam bishshowaab...
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
۩ﷺ۩ اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْاَلُكَ الْبَرْكَۃَ وَالسَّلَامَۃَ لِبِلَادِ اِنْدُوْنِيْسِيَا ...۩ﷺ۩ {الفاتحة}
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
⏸ Bersambung besok 🔜

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post