Kapabilitas Imam Al-Ghazālī Dalam Ilmu Hadis; Kajian Hadis terhadap Kitab Iḥyā Ulūm al-Dīn Oleh: Dr. Arrazy Hasyim, MA #Kajian-Ihya bagian 9 (Selesai)

#KajianIhya bagian ke-9 (terakhir)
KESIMPULAN (Bagian 1-8)
Sebenarnya, masih banyak aspek yang mampu menguatkan sosok al-Ghazali sebagai seseorang yang menggeluti kajian Hadis. Adapun kesimpulan dari pemaparan di atas adalah sebagaimana berikut ini.
Pertama, Kitab Iḥyā bukanlah termasuk kitab Hadis, tetapi adalah kitab akhlaq dan hikmah yang banyak memuat Hadis-hadis. Oleh karena itu, wajar jika al-Ghazālī tidak menyebutkan sanadnya.
Kedua, Hadis-hadis yang terdapat di dalam Iḥyā berjumlah sekitar 4848 Hadis. Jumlah ini belum termasuk Hadis-hadis yang dinukil berulang-ulang, begitu juga ātsār dari para sahabat Nabi Saw. Secara spontan akan terlintas dalam pikiran pembaca kitab ini, bahwa tidak ada yang sanggup menghimpun Hadis sebanyak itu, kecuali oleh seorang yang telah mendalami Hadis.

Ketiga, al-Ghazālī telah mempelajari Hadis pada masa mudanya, kemudian kembali mengulanginya pada akhir hayat. Ia mempelajari Hadis langsung dari guru-gurunya dengan metode talaqqī, sehingga al-Ghazālī mempunyai sanad sendiri sampai ke Nabi Saw atau ke shāḥib al-kitāb.
Keempat, terkadang al-Ghazālī menukil Hadis sesuai dengan lafaz aslinya (bi al-lafzhi), dan terkadang dengan lafaz yang berbeda tetapi substansinya sama (bi al-mana).
Kelima, jika benar penukilan al-Harari bahwa Hadis mawdhu di dalam Iḥyā berjumlah sekitar 300-an Hadis, maka masih terdapat lebih dari 4400 Hadis yang kualitasnya bagus. Maka silakan ambil Hadis kualitasnya bagus dan tinggalkan Hadis yang mawdhu.
Keenam, pentakhrijan Hadis-hadis Iḥyā telah dilakukan oleh Imam al-Irāqī, dan lebih lengkap lagi oleh Imam Murthadhá al-Zabīdī. Ini memudahkan pembaca melakukan seleksi terhadap Hadis-hadisnya.
Ketujuh, hampir semua kritikus selain Abu al-Walid al-Thurthusi, sepakat bahwa Iḥyā adalah kitab yang banyak manfaatnya, walaupun mereka juga mengkritiknya.
Kedelapan, jika benar pada kenyataannya bahwa al-Ghazālī tidak mendalami Ilmu Hadis, maka tetap saja ia lebih mumpuni dibandingkan para kritikus saat ini, terutama hafalan hadis dan teori ilmu hadis.
Wallahu alam...

 ______________________________________________
Sumber : https://www.facebook.com/RibathNouraniyah/

>>>Selesai<<<

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post